Cara Pasang Tandon ROTO – Dalam menghadapi tantangan keperluan air yang semakin mengalami peningkatan, pemasangan tempat penampungan air dengan kapasitas besar menjadi solusi penting tersendiri.
Apalagi jika pemakaiannya banyak di rumah tangga pribadi maupun pemukiman. Tempat penampungan dengan jenis ROTO misalnya, bisa menjadi salah satu pilihan menarik.
Hal ini dikarenakan tempat penampungan ini tidak hanya dari segi kualitasnya saja yang unggul. Tapi juga dari segi daya tahan dan keamanannya.
Akan tetapi kalau pemasangannya secara sembarangan bisa berpotensi menimbulkan masalah, baik dari segi fungsionalitasnya maupun keselamatan para penggunanya.
Cara Pasang Tandon ROTO yang Kapasitasnya Besar

Tempat penampungan air berkapasitas besar seperti yang diproduksi menggunakan teknologi ROTO, dirancang untuk menampung cadangan air dalam jumlah besar.
Untuk keperluannya sendiri biasanya pada rumah tangga, kegiatan industri, maupun bangunan komersial.
Supaya bisa berfungsi secara optimal, inilah beberapa cara mudah dalam memasang tandon ROTO berkapasitas besar yaitu:
1. Persiapan Awal Cara Pasang Tandon ROTO
Sebaiknya pilih lokasi yang mempunyai permukaan datar dan kuat dalam menahan beban tandon. Lokasi tersebut haruslah yang dekat dengan sumber air seperi sumur, pompa, maupun PDAM.
Tujuannya supaya mempermudah pengisiannya. Yang terpenting, pastikan juga lokasi pemasangannya mudah diakses untuk pengisian maupun perawatan ulang.
2. Persiapkan Alat dan Materialnya
Untuk alat dan bahan yang perlu dipersiapkan yaitu seperti tandon air ROTO, pipa dengan bahan sesuai kebutuhan, kran dan konektor pipa, sealant maupun isolasi pipa, alat pengukur waterpass, serta alat pemotong pipa.
3. Penyiapan Pondasi pada Cara Pasang Tandon ROTO
Tempat penampungan ROTO yang besar, maka bisa membuat pondasi beton dengan tebal minimal 10 sampai 15 cm supaya kokoh dan tahan beban.
Pastikan ukuran pondasinya lebih besar dari diameter tandon supaya tetap stabil. Pakai waterpass (alat pengukur) untuk memastikan permukaan benar-benar rata.
Permukaan miring bisa menyebabkan tandon tidak seimbang dan rentan rusak.
4. Penempatan Tandon
Angkat tempat penampungan ini dengan hati-hati pakai alat bantu jika diperlukan, mengingat ukurannya yang besar.
Letakkan tandon tepat di tengah pondasi untuk memastikan penyaluran bebannya merata.
5. Menghubungkan Pipa pada Tandonnya
Hubungkan pipa dari sumber air (semisal pompa) ke bagian inlet tempat penampungan air ini. Pakai sealant atau isolasi untuk mencegah kebocoran.
Untuk pipa outlet sendiri, sambungkan pipanya ke bagian bawah tandon. Pastikan kran sudah terpasang untuk mengatur aliran air ke jaringan penyaluran.
6. Pemasangan Ventilasi
Pastikan ventilasi udara pada tempat penampungan tidak tertutup untuk menjaga aliran udara saat pengisian atau pengeluaran airnya.
7. Pengencangan Koneksinya
Periksa semua sambungan pipa dan pastikan semuanya sudah rapat, hal ini untuk mencegah kebocoran atau masalah lainnya.
8. Uji Coba Awal Pemasangan
Isi tempat penampungan air ini sampai penuh dan periksa apakah ada yang bocor pada sambungan atau kerusakan lainnya pada tandon.
Berapa Minimal Tinggi Tandon ROTO?

Tinggi pemasangan pada tempat penampungan ini sangat mempengaruhi tekanan air yang dihasilkan, efisiensi penyalurannya, serta kenyamanan pemakaiannya.
Tinggi dari tempat penampungan sendiri harus direncanakan dengan baik, terutama kalau tandonnya dipakai untuk berbagai area.
Berikut ini terdapat penjelasan mengenai kira-kira berapa minimal tinggi dari tandon ROTO yaitu:
1. Rumah Tinggal
Jika 1 lantai, maka tinggi minimal tempat penampungan cadangan air adalah 3 meter dari titik keluaran (misalnya kran atau shower).
Tinggi ini sendiri sudah cukup untuk berbagai kebutuhan dasar seperti cuci, masak, atau mandi. Sedangkan untuk 2 lantai maka tinggi minimalnya sendiri yaitu 7 meter dari titik keluaran pada lantai atas.
Hal ini untuk memastikan tekanannya memadai.
2. Gedung Bertingkat atau Apartemen
Pada gedung bertingkat sendiri, setiap lantainya membutuhkan tambahan ketinggian sekitar 3 sampai 5 meter untuk menjaga tekanan airnya tetap stabil.
Semisal pada bangunan 4 lantai, tinggi minimal dari tempat penampungan ini jika mulai lantai dasar yaitu sekitar 15 sampai 20 meter.
3. Tinggi Tandon untuk Kebutuhan Industri
Untuk tinggi dari tempat penampungan ini pada kegiatan industri bisa disesuaikan dengan skala pemakaiannya.
Pada umumnya, tempat penampungan ini dipasang pada menara air dengan tinggi 10 sampai 20 meter untuk menghasilkan tekanan besar yang cukup mengalirkan air ke seluruh sistem industri.
4. Area dengan Pasokan Air yang Lemah
Kalau air pada sumber seperti PDAM tidak mempunyai tekanan yang cukup, maka tempat penampungan ini perlu ditempatkan pada ketinggian 5 sampai 7 meter.
Tentunya untuk membantu menyalurkan air ke seluruh rumah.
Review Produk Penampungan Air dengan Proses Produksi ROTO

Inilah tandon dengan ukuran besar yang mampu menampung cadangan air secara efisien, yaitu tempat penampungan merk Grand.
Untuk ukuran yang ditawarkan sendiri ada yang kapasitasnya besar, jadi cocok untuk penyimpanan cadangan air kebutuhan rumah biasa, industri, kegiatan komersial, dan lainnya.
Materialnya sendiri terbuat dari HDPE dengan kualitas tinggi, sehingga mampu menahan berbagai kondisi cuaca ekstrim maupun suhu tinggi.
Selain itu, tempat penampungan merk Grand ini tidak mudah berlumut dan anti virus.
Penutup
Nah, itulah tadi informasi penting mengenai cara pasang tandon yang jenisnya ROTO. Yuk, segera checkout produknya dan buktikan berbagai keunggulannya.

