Tips Merawat Tandon Blow Moulding Agar Tetap Awet dan Higienis

Tips Merawat Tandon Blow Moulding Agar Tetap Awet dan Higienis

Tips Merawat Tandon Blow – Perawatan tempat penampungan dengan jenis blow moulding sendiri menjadi kunci utama dalam memastikan air yang tersimpan tetap aman dan bersih. 

Jika sebuah tandon terawat dengan baik, maka pastinya tidak ada endapan yang menumpuk. Tentunya menghasilkan air jernih sepanjang waktu.

Kondisi air jernih ini bisa dicapai dengan rutinitas perawatan yang tepat dan konsisten. Tempat penampungan dengan bahan blow moulding memang terkenal akan kekuatannya yang baik terhadap cuaca maupun benturan.

Namun hal ini bukan berarti bisa mengabaikan aspek perawatannya begitu saja. Tanpa perawatan yang tepat, kualitas tandon dan air yang tersimpan bisa menurun drastis.

Tips Mudah Merawat Tandon Blow Moulding

Tips Mudah Merawat Tandon Blow Moulding

Tandon air jenis blow moulding sendiri merupakan salah satu tempat penampungan yang dibuat dengan teknologi cetakan tiup (blow moulding).

Hal inilah yang menjadikan strukturnya lebih kuat, tahan lama, serta ringan dibandingkan metode lainnya.

Akan tetapi supaya tempat penampungan ini tetap awet dan higienis, perawatan secara rutin sangat perlu. Terdapat beberapa tips dalam merawat tempat penampungan jenis blow moulding yaitu:

1. Pemasangan yang Tepat dan Kokoh

Pastikan lebih dulu pemasangannya sudah benar dan jadi langkah awal untuk memastikan tempat penampungan ini lebih tahan lama.

Letakkan pada permukaan yang rata dan kokoh, supaya tidak mudah bergeser atau mengalami tekanan berlebih.

Hindari lokasi yang rentan dengan benturan seperti pohon besar, alat berat, maupun benda-benda lainnya yang bisa menabrak tempat penampungan ini.

Pastikan pemasangan pipanya memakai fitting dengan kualitas tinggi dan tidak menimbulkan tekanan berlebih pada bagian dindingnya.

2. Bersihkan Tandon Secara Rutin

Pembersihan tempat penampungan jenis blow moulding secara rutin bisa membantu menjaga kebersihan air, dan mencegah tumbuhnya lumut maupun kotoran.

Bersihkan tempat penampungan ini minimal 3 sampai 6 bulan sekali, sebaiknya pakai sikat dengan bulu halus dan sabun khusus untuk membersihkan bagian dalamnya.

Sebaiknya pakai larutan pembersih yang aman supaya tidak meninggalkan residu berbahaya. Setelah melakukan penyikatan, maka bilas tandonnya sampai bersih.

Jangan lupa bersihkan juga bagian tutup dan pipanya agar tidak menjadi tempat berkembangnya kuman.

3. Hindari Tumbuhnya Lumut dan Kotoran

Sebaiknya memakai tempat penampungan dengan warna gelap atau yang sudah mempunyai lapisan anti lumut. Karena warna gelap bisa menghalangi sinar matahari untuk masuk.

Pastikan tandonnya selalu tertutup rapat, untuk mencegah debu, serangga, maupun kotoran masuk. Kalau memungkinkan, tempatkan tandon pada lokasi yang tidak langsung kena matahari.

Gunakan pelindung atau penutup, bisa dengan memasang atap tambahan atau pelindung UV.

4. Hindari Tekanan Berlebih pada Tandon

Tekanan berlebih bisa membuat dinding pada tempat penampungan ini mengalami deformasi atau bahkan retak.

Sebaiknya pakai pelampung otomatis, yang berguna untuk mengontrol volume air supaya tidak terlalu penuh dan menekan dindingnya.

Perhatikan sistem pipanya, bisa memakai pipa dengan ukuran sesuai supaya tekanannya tidak terlalu tinggi.

5. Periksa Secara Rutin dan Atasi Retakan Kecil

Pemeriksaan kondisi tempat penampungan bisa membantu untuk mencegah kerusakan lebih besar. Pastikan tidak ada yang retak, bocor, maupun mengalami kerusakan pada bagian dindingnya.

Jika ada retakan kecil, maka segera tambal sebelum semakin parah. Pastikan sambungan pipa dan katupnya tetap dalam kondisi baik supaya tandonnya tidak mudah bocor atau rusak strukturnya.

6. Kualitas Air yang Ada Didalamnya

Selain perawatan tempat penampungan, penting juga untuk memastikan air didalamnya tetap bersih dan sehat.

Pemasangan filter (penyaring) sebelum air masuk ke tandon bisa mencegah masuknya pasir, lumpur, maupun kotoran lainnya.

Sebaiknya jangan biarkan air mengendap terlalu lama, karena bisa menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan resiko tumbuhnya bakteri.

Rekomendasi Tandon Air Blow Moulding

Bukan menjadi hal yang mengherankan kalau banyak orang menggunakan tempat penampungan jenis blow moulding ini.

Selain karena harganya yang terjangkau, tapi juga menawarkan berbagai keunggulan tersendiri. Tidak perlu bingung, karena berikut ini terdapat beberapa rekomendasi tandon air blow moulding, yaitu:

1. Tandon Air Blow Moulding Merk Grand

1. Tandon Air Blow Moulding Merk Grand

Untuk rekomendasi pertama ada tempat penampungan jenis blow moulding dengan merk Grand. Tandon yang satu ini materialnya dari HDPE (High Density Polyethylene) berkualitas tinggi.

Material satu ini terkenal akan kekuatannya yang sangat baik terhadap segala macam perubahan cuaca, baik itu hujan badai, angin kencang, maupun panas terik matahari.

Tempat penampungan merk Grand ini menggunakan nepel tanam. Untuk garansinya sendiri cukup lama, yaitu sekitar 15 tahun.

Bagian dinding dari tempat penampungan merk Grand ini kuat dan tebal. Untuk ukurannya sendiri tersedia dalam berbagai macam kapasitas.

2. Tandon Air Blow Moulding Merk Excel

2. Tandon Air Blow Moulding Merk Excel

Tempat penampungan merk Excel ini juga terbuat dari material HDPE. Untuk pilihan warnanya sendiri ada beragam yang bisa dipilih.

Selain itu, ukuran dari tandon blow moulding merk Excel sendiri juga beragam. Material HDPE ini memiliki titik leleh yang tinggi, jadi aman untuk pemakaiannya.

3. Tandon Air Blow Moulding Merk Penguin

3. Tandon Air Blow Moulding Merk Penguin

Untuk selanjutnya ada tempat penampungan jenis blow moulding merk Penguin. Tandon merk Penguin ini menggunakan bahan baku HDPE.

Hal ini yang menjadikannya ringan tapi cukup tahan lama. Tempat penampungan ini ideal sebagai penyimpanan air sementara dan pemakaiannya bisa untuk berpindah-pindah.

Penutup

Nah, sekian penjelasan mengenai tips mudah dalam merawat tandon dan berbagai pilihan tempat penampungan jenis blow moulding ini.

Jangan lupa, gunakan tempat penampungan terbaik dan berkualitas agar tetap awet.