Tandon Air Tanam – Sekarang ini memang butuh yang praktis dan estetik dalam menyimpan cadangan air.
Nah, supaya bisa menampung dalam jumlah besar tapi tanpa mengorbankan ruang di halaman maupun area lain solusinya dengan memakai tandon model pendam.
Salah satu produk yang banyak dipakai yaitu tempat penampungan cadangan air model pendam dengan merk Grand.
Merk yang satu ini terkenal akan ketahanan dan kemampuannya dalam menampung cairan agar tetap terjaga dengan stabil.
Proses pemasangan dari tandon air tanam merk Grand dan instalasi pipanya perlu perencanaan dengan tepat.
Tepat pada ulasan kali ini akan membahas dengan detail mengenai cara pemasangan tempat penampungan air tanam dan instalasi pipanya. Jadi, untuk selengkapnya simak ulasan berikut ini.
Setelah membahas rekomendasi tandon air kecil untuk rumah tangga, artikel ini akan membahas tutorial mudah pasang tandon air tanam Grand dan instalasi pipa. Yuk, simak!
Tutorial Mudah Memasang Tandon Air Tanam Grand

Saat ini tempat penampungan cadangan air penting keberadaannya di berbagai area. Apalagi yang jenisnya pendam, pada saat ini banyak juga yang menggunakannya.
Seperti tandon air model tanam merk Grand ini, untuk pemasangannya sendiri ada cara tersendiri yang bisa Anda terapkan.
Berikut ini tutorial mudah untuk memasang tempat penampungan air model pendam merk Grand yaitu:
1. Buat Lubang Galiannya
Pertama, buat lubang galian dengan lebar lebih besar 15 cm dari diameter tandonnya dan kedalaman lebih besar dari 45 cm dari tinggi tandon.
Jangan lupa buat juga lubang saluran perpipaan dalam tanah ke lubang galiannya.
2. Alas Bawah Tandon Tanam
Buat lasa bawah pada tandon dengan cor semen, beton, bata dengan ketebalan kurang lebih 15 cm. Pastikan alas rata dan tidak ada kerikil yang mengganggu tempat penampungan ini.
Setelah kering, masukkan secara perlahan tandon merk Grand dengan posisi tegak lurus. Sebaiknya jangan sampai menyentuh dinding.
3. Isi Air dalam Tandon
Lalu buka tutup tempat penampungan ini kemudian isi airnya dalam tandon sampai mencapai bahunya. Hal ini berguna agar tempat penampungan ini tidak geser dan menetap dengan alas.
Setelah itu isi keliling tandon dengan pasir halus, pastikan tidak ada kerikil sampai bahu tandonnya.
4. Pasang Pipanya
Setelah itu pasang pipa inlet, outlet, dan pelampung otomatis pada bagian atasnya. Pasang tutup pada wadah penyimpanan air dengan rapat.
Pasang lubang galian dengan penutup supaya lebih aman. Untuk penutupnya sendiri bisa memakai pintu besi atau beton cor.
Cara Memasang Pipa Air yang Benar

Pemasangan pipa air pada tempat penampungan model pendam ini memang perlu ketelitian tersendiri supaya aliran airnya berjalan lancar.
Terdapat cara mudah dalam pemasangan pipa air yang benar pada wadah penampungan yaitu:
1. Pemilihan Lokasi Tandonnya
Tentukan dulu lokasi pemasangan tandon tanamnya. Pastikan areanya tidak terkena tekanan berlebihan. Pilih area yang stabil dan tidak mudah longsor atau tergenang air hujan.
2. Penggalian Tanah
Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukurannya. Untuk cara pemasangannya sendiri sudah dijelaskan sebelumnya.
3. Pemasangan Pipa Inlet
Pipa yang satu ini berguna untuk mengalirkan air dari sumbernya. Pakai sambungan pipa yang kuat dan rapat untuk mencegah dari kebocoran.
Pastikan juga pipa inlet yang terpasang kemiringannya cukup supaya air bisa mengalir dengan lancar.
4. Pemasangan Pipa Outlet

Posisikan pipa outlet pada bagian bawah tandon untuk memastikan semua airnya bisa keluar. Pakai perekat yang kuat supaya tidak terjadi kebocoran.
5. Pemasangan Pipa Overflow
Pipa yang satu ini berguna untuk jalur pengaman kalau tandon sudah penuh. Pemasangan pipa ini biasanya pada bagian atas sejajar dengan permukaan air maksimal yang diinginkan.
Jangan lupa gunakan sealant khusus untuk memastikan tidak ada kebocoran pada sambungannya.
6. Pengujian Sistem Pipa
Setelah semua pipa terpasang, maka jangan lupa untuk Anda uji coba sebelum menutup lubang tandonnya.
Bisa dengan mengisi tempat penampungan air dan periksa kalau ada kebocoran pada sambungan pipanya. Kalau ada kebocoran, maka segera perbaiki dengan menambah sealant atau menggantinya.
7. Penutupan dan Penimbunan Lagi
Kalau semua komponen sudah terpasang dengan baik dan sistem pipanya berjalan tanpa ada masalah, maka lakukan penimbunan kembali.
Sebelum menimbun, pastikan area sekitar sudah dilapisi dengan tanah dan sesuai dengan ketentuan. Pastikan tidak ada tekanan berlebih yang bisa merusak struktur pipa atau tempat penampungan air.
8. Lakukan Perawatan Rutin
Meskipun cenderung lebih aman dan lebih kuat, akan tetapi tandon model pendam ini perlu perawatan secara berkala supaya tetap awet.
Periksa dengan baik kondisi pipa, sambungan, maupun komponen-komponen lainnya secara rutin.
Rekomendasi Tandon Air Tanam Kualitas Tinggi

Untuk penampungan cadangan air bawah tanah, maka sangat direkomendasikan menggunakan tandon yang kualitasnya tinggi.
Seperti tandon air tanam merk Grand, yang terbuat dari material HDPE berkualitas tinggi. Hal ini yang menjadikannya bisa menampung cadangan air dengan aman dan tetap terjaga kualitasnya.
Tempat penampungan cadangan air satu ini memiliki dinding yang kuat dan tebal. Sehingga tidak mengherankan kalau tidak mudah bocor atau retak walau terkena pergerakan bawah tanah.
Untuk ukurannya tersendiri ada banyak pilihannya, jadi bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
Penutup
Jadi, itulah tadi tutorial mudah dalam memasang tandon air tanam dan pemasangan pipa. Terima kasih sudah menyimak sampai akhir, semoga bermanfaat dan menambah inspirasi baru.

