Air Tandon Cepat Habis – Tandon air memang digunakan sebagai tempat untuk menampung air bersih di rumah. Namun tak jarang dijumpai air tandon yang tiba – tiba habis tapi tidak ada tanda – tanda kebocoran pada tandon air.
Setelah membahas cara mengetahui tandon air 700 liter penuh, artikel ini akan membahas penyebab air tandon cepat habis. Yuk, simak!
Penyebab Tandon Cepat Habis

Tandon air yang cepat habis memang bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum tandon air cepat habis:
Tangki Air Mengalami Kebocoran
Salah satu penyebab tandon air cepat habis padahal tidak digunakan bisa karena ada titik kebocoran pada tandon air.
Kebocoran ini dapat diidentifikasi dengan mudah, cukup perhatikan kondisi tandon sekitarnya. Apalagi jika tandin mengalami bocor halus, kucuran air mungkin saya tidak dapat dilihat jelas. Namun, anda tetap dapat memeriksa dan memastikan kondisi tandon tersebut.
Caranya, cukup perhatikan area sekitar tandin, lihat dan pastikan tidak ada genangan air yang menggenang. Jika ada, tidak kaget bila air yang sisipan di dalam tandon kerap habis padahal belum banyak dipakai.
Untuk mengatasinya, segera ketahui dimana titik yang menjadi sumber kebocoran. Setelah didapat, lakukan penambalan agar air tandon tidak terbuang sia – sia.
Pipa Suplai di Dalam Tandon Terlalu Panjang
Air tandon yang tiba – tiba habis terkurasa tidak jarang menjadi al yang memngangetkan. Bagaimana tidak, hal tersebut dapat muncul walaupun nampaknya tidaka da tanda kebocoran.
Wajar saja, air tandon yang mendadak habis tidak hanya disebabkan oleh adanya kebocoran. Penyebab lain bisa jadi karena pemasangan pipa suplai di dalam tandon air yang terlalu panjang. Pipa suplai sendiri merupakan ppa yang berfungsi untuk menyalurkan air ke dalam tandon.
Lantaran dibenamkan terlalu dalam, pipa suplai tersebut mengakibatkan terjadinya flow back. Flowback membuat aliran air kembali ke dalam sumur akibat adanya gravitasi. Hal ini berpeluang besar terjadi bila didukung pula oleh kondisi foot valve atau tusen klep.
Kebocoran Pada Foot Valve
Air di dalam tandon yang mendadak terkuras habs tidak hanya terjadi karena kebocoran yang terlihat. Adanya kebocoran halus di badan tandon juga bisa membuat air yang disimpan lama – kelamaan mongering.
Tidak hanya itu saja, kebocoran foot valve dapat membuat air kembali ke dalam sumur. Seperti yang sudah disebutkan, pipa suplai yang dibenam terlalu dalam ke tandon membuat hal itu terjadi. Alhasil, dengan tarikan gaya gravitasi, air dapat kembali terkuras melewati foot valve yang rusak.
Foot valve atau tusen klep sendiri merupakan bagian ujung pipa yang dibenam pada sumur atau sumber air. Fungsi dari bagian ini akan menjadi pipa hisap (pipa yang mengarah ke pompa) selalu terisi air.
Bila foot valve rusak, tidak kaget bila air yang seharusnya disimpan malah kembali ke sumur.
Kebiasaan Boros Menggunakan Air
Kebiasaan boros dalam menggunakan air sehari – hari dapat menjadi salah satu penyebab tandon air cepat habis. Meski terdengar sepele, kebiasan – kebiasaan kecil seperti membiarkan keran air menetes saat menggosok gigi, mandi terlalu lama atau menyiram tanaman dengan berlebihan berkontribusi pada konsumsi air yang berlebihan.
Akibatnya, tandon air yang seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi cepat kosong dan mengharuskan kita untuk mengisi ulang lebih sering. Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu mengubah kebiasaan boros menjadi kebiasaan hemat air.
Cara Mengatasi Tandon Cepat Habis

Lakukan Pemeriksaan Rutin
Cara pertama untuk mengatasi tandon yang cepat habis adalah melakukan pemeriksaan secara rutin. Mulai dari memeriksa seluruh bagian tandin , termasuk bagian dinding dan dasar tandon apakah ada retakan atau lubang.
Selain itu, periksa semua pipa, mulai dari pipa utama hingga pipa yang terhubung ke kran. Perhatian sambungan – sambungan pipa, apakah ada yang bocor.
Perbaiki Kebocoran
Jika tandon mengalami kebocoran kecil, segera perbaiki dengan menggunakan sealant atau lem, khusus untuk pipa. Namun, jika kebocoran cukup besar, sebaiknya memanggil tukang ledeng untuk memperbaikinya;.
Mengganti Komponen yang Rusak
Mengganti komponen yang rusak seperti katup dan pipa merupakan langkah penting dalam mengatasi masalah tandon air yang cepat habis
Jika pemeriksaan awal menunjukkan adanya kebocoran pada sambungan pipa atau kerusakan pada katup, maka mengganti komponen tersebut adalah solusi yang tepat. Katup yang rusak dapat menyebabkan air terus mengalir meskipun kran sudah ditutup, sedangkan pipa yang bocor akan menyebabkan air terus-menerus terbuang.
Rekomendasi Tandon Air Anti Bocor dan Anti Karat

Jika anda mencari solusi masalah tandon yang sering bocor atau bocor, tandon air stainless Grand adalah pilihan yang tepat. Material stainless 304 BA yang membuat tandon tahan terhadap korosi dan tidak mudah berkarat.
Selain itu, permukaan tandon yang halus dan mengkilap juga mencegah pertumbuhan lumut dan bakteri, sehingga air yang terscan tetap bersih dan higienis.
Tandon stainless steel dengan ukuran 5700 liter sangat cocok untuk kebutuhan kos – kosan, usaha restaurant hingga indsusti. Dengan spesifikasi tinggi 2800 mm, diameter 1620 mm dan berat 134 kg.
Adapun kelenihan lain tangki stainless Grand 5700 liter adalah sebagai berikut :
- Terbuat dari Stainless Steel 304 BA (Bright Annealed) yang memiliki ciri khas permukaan mengkilap, cerah, dan reflektif karena diproses dengan Bright Annealed finish.
- Food Grade sehingga bisa dikonsumsi sehari-hari.
- Tahan terhadap suhu tinggi dan dapat digunakan untuk menampung bahan kimia.
- Bebas kuras sehingga Anda tidak perlu menguras manual.
- Anti karat dan anti lumut.
- Aman untuk air ph 7
Kesimpulan
Itulah penjelasan yang menyebabkan tandon air cepat habis. Semoga bermanfaat ya!

